Ratu Coli - Aqu pernah kost disebuah rumah mewah di Makassar, pemilik rumah tergolong elite dan termasuk sibuk dgn bisnisnya. sedangkan si isteri kerja disalah satu bank swasta.
Suatu hari setelah 1 bulan si nyonya melahirkan panggilannya Mbak Rani, maka datanglah seorang baby sitter yg melamar pekerjaan sesuai iklan dari koran, setelah bercakap-cakap dgn Rani, maka baby sitter tsb yg bernama Yanti diterima sebagai pengasuh bayi mereka. Aqu pandangi terus itu baby sitter, wah…setelah pakai baju putih kelihatan sexy banget, guratan celana dalamnya tampak samar-samar…. esoknya, ketika aqu mau berangkat kekantor, tiba-tiba ibu kost ku mengenalkan si Yanti kepadaqu, sekilas kulihat buah dadanya yg terbungkus bajuputih dibalik BH wow…seru…kira-kira 36 lah..
Si Yanti berumur sekitar 30 tahun, sedangkan ibu kost ku (ibunya si bayi baru sekitar 26 tahun, suaminya kira-kira 30 tahun).
"Bang…tolong ya..ikut awasin rumah karena ada penghuni baru ( maksudnya baby sitter) sementara aqu sudah harus masuk kerja lagi, maklum kerja di swasta cutiku melahirkan cuma 1 bulan, ucapnya kepada ku…"
"Baik Mba, saya jagain lah…"
setelah sekitar 1 minggu si Yanti tinggal di rumah kost bersama aqu dan pemilik rumah, aqu mulai curiga dgn gerak-gerik suami Rani beberapa hari terakhir ini, Aqu sering melihat dari sela pintu kamar kost ku, sang suami panggilannya mas Danang suka mencuri pandang tubuh si Yanti yg sedang ngurus bayi di Box bayi, tentunya tubuhnya membungkuk posisi hampir nungging sehingga guratan CD nya semakin tampak jelas dan bentuk pinggul serta betis yg bikin mupeng semua lelaki, ternyata di usia 30 tahun, si Yanti justru bikin gairah lelaki meningkat.
Suatu hari, Yanti tak pulang, dia tugas ke jakarta untuk 3 hari, mas Danang kelihatannya seneng banget ditinggal isterinya, semakin saja dia menggoda si Yanti, dan sempat mengelus punggung si Yanti sambil berkata
” emh kasihan Mbak ya…kok masih cantik jadi janda…”
Si Yanti cuma menjawab ” ya nasib mas…” sambil tersenyum. aqu terus mengintip dari celah pintu kamar kost ku apa yg dilaqukan mas Dananf, dia mulai melaqukan jurusnya karena sudah ber bulan2 tak ketemu lobang kemaluan Rani, maklum hamil besar dan baru melahirkan.
” Mbak Yanti anaknya berapa? tanya mas Danang, 1 mas…jawab Yanti. sudah berapa tahun menjada..? tanya Danang lagi, yah sudah 3 tahunan lah mas…. jawab Yanti.
Mas Danang duduk di sofa dekat box bayi anaknya, sementara tangan kanannya mulai menggosok-gosok batang kemaluannya dibalik training spak yg dia gunakan, sementara si Yanti masih tetap membungkuk membelakangi mas Danang memberi susu botol kepada sang bayi.
Tiba-tiba terdengar suara mas Danang memanggil aqu,seakan mengajakku untuk nonton TV seperti biasanya, aqu pura-pura tidur dgn pintu tetap ku buka satu senti untuk mengintai apa yg terjadi, lalu mas Danang manggil si-mbok pembantunya yg sudah diatas 50 tahun, ya…den..kata simbok, bikinkan saya kopi terus mbok tidur aja ya istirahat, ya..den…jawab simbok. setelah kopi dihidangkan, kembali Danang menggosok-gosok batang kemaluannya dibalik training spaknya, aqu terus mengintai dgn lampu kamar yg aqu matikan, setelah si bayi tertidur, Danang ngajak Yanti untuk duduk disofa sambil lihat TV, si Yanti menolak, malu mas…kata si Yanti, gak apa-apa ….kata Danang.
Kamu kan ngerti dong saya sudah 3 bulan tak bersentuhan dgn wanita, sini…..ajak Danang lagi. dgn ragu-ragu si Yanti mulai duduk dilantai dekat sofa tempat adi duduk, aqu semakin nilik-nilik mereka, Yanti…sususmu kok masih kencang ya…ucap Danang, ah…masa mas, masih bagus punya Mbak Rani dong…jawab Yanti, kenapa mas bilang begitu…? tanya Yanti. ah…enggak cuma pingin tau aja kalau susu yg sudah pernah di isep bayi berubah bentuk atau tak…? kilah Danang. ya..tergantung perawatan…kata Yanti. boleh aqu raba susumu ni…tanya Dananf. ah…jangan mas…saya kan sudah tua, juga saya malu….jawab Yanti.
Aqu mulai yakin pasti jurus si Danang mengena. sini geser duduknya…kata Danang, ah…sudah disini saja mas… kata Yanti.gak apa-pa…sini… saya penasaran dgn susu yg sudah di isep bayi, pingin lihat…kata Danang lagi, jangan mas ah… malu, nanti Mbak Rani tau aqu dimarahin… kata Yanti, tak ada yg tau, semua sudah tidur. kata Dnang, lalu Danang menarik lengan si Yanti, dan mulai meraba susu Yanti dgn halus, si Yanti kelihatan berigidig-an, Danang terus gencar berusaha memegang susu Yanti, sementara Yanti terus menangkis tangan adi, ketika si Yanti sibuk menangkis tangan adi, aqu melihat kedua paha si Yanti yg kadang terkangkang karena sibuk menangkis tangan adi, wow…mulus pahanya, aqu mulai jreng juga, karena ruang tengah cukup terang sehingga sering banget aqu melihat CD Yanti yg berwarna ungu muda, dan gundukan kemaluan dibalik CD yg begitu menggiurkan membuat aqu jadi keasyikan nonton dari celah pintu kamar.
Akhirnya si Yanti menyerah di tangan Danang, dan membiarkan tangan Danang meng-griliya susunya, dan si Yanti pun mulai kegelian sehingga pahanya semakin jelas kulihat karena Yanti sudah tak kontrol cara duduknya.
Aqu mulai terangsang melihat tangan Danang dibalik baju putih Yanti bergerak-gerak, kebayang empuk dan halus susu yg sedang diobok. kemaluan ku mulai tegang, si Yanti semakin meringis dgn sesekali membungkukkan punggunya, kegelian. Danang mulai memetik kancing baju si Yanti, maka terlihat susu si Yanti dibungkus BH warna merah jambu karena si Yanti menghadap kamarku dan Danang dibelakang si Yanti. tangan Danang kemudian mengeluarkan sebelah susu Yanti dari BHnya, aqu semakin tegang karena aqu melihat susu yg begitu mulus, puntingnya coklat muda, bahkan aqu lebih terfokus ke celah paha si Yanti yg sudah semakin jelas karena rok putihnya sudah sediki demi sedikit tersingkap. kelihatannya si Yanti sudah mulai terangsang karena aqu melihat bagian celah kemaluan pada CD si Yanti sudah mulai berwarna ungu tua, berarti sudah basah. ketika si Yanti agak bergeser duduknya aqu melihat tangan Danang yg kiri memegang kemaluannya yg sudah tegang banget, sementara tangan kanannya mulai meremas halus susu Yanti, kelihatannya Dananf bukan pemain sex brutal, dia mempermainkan susu si Yanti begitu lembut sehingga si Yanti mulai mendesah dan tangannya mulai mencengkram tangan Yanti yg sedang mengelus susu nya.
Sudah mas…aqu sudah gak tahan…kata si Yanti. aqu juga sudah gak tahan Ni…kata si Danang, bantu saya dong Ni…saya pingin keluarkan Sperma yg sudah mengental nih….kata Danang dgn nada merayu…jangan mas…aqu gak mau, taqut hamil….kata Yanti. tak ni…kita jangan bersetubuh, saya gesek aja ya di antara celana dalam dan kemaluan mu….rayu Danang, si Yanti pun sudah kelihatan sangat terangsang, tapi dia tak menjawab. sementara aqu sudah semakin tegang aja nih si ujang…dibalik pintu.
Dananf akhirnya turun dari sofa, dan duduk disebelah si Yanti di atas karpet, tangan Dananf mulai mengarah ke kemaluan si Yanti, kembali si Yanti meronta, jangan mas…nanti aqu gak tahan…kata si Yanti, tenang aja…nanti kita sama-sama enak…kata Dananf sambil mulai mengelus CD pas di kemaluan si Yanti , Yanti mulai kelihatan kejang-kejang kedua kakinya merasakan nikmat, Danang terus mengelus kemaluan Yanti dari luar CDnya sementara bibirnya mulai menciumi susu kiri si Yanti,
Adegan ini terus berlangsung sekitar hampir 10 menit, kemudian adi melepas training spaknya, dan kelihatan ujang nya si Danang yg sudah tegak lurus, tapi si Yanti malah membuang pandangannya ke TV, lalu Dananf menyingkap rok putih Yanti semakin keatas, dan si Yanti direbahkan dikarpet, jangan mas…kata si Yanti. nggak kok cuma mau dijepitin diantara CD dan Kemaluan kamu…gak dimasukin kok…kata Danang sambil terus menggosok kemaluannya. janji ya..mas…kata Yanti. bener kok saya janji kata Danang, kemudian Danang berbaring disebelah kiri si Yanti, dan benar saja, Danang mulai menaiki separuh tubuh Yanti dan paha sampai kaki kirinya Dananf menindih paha dan kaki kiri si Yanti dan kemaluan Danang diselipkan dari samping CD basahnya Murni dekat pangkal paha Yanti sementara si Yanti tetap terlentang, aqu mulai gak tahan lihatinnya, aqupun mulai meraba-raba kemaluan ku, terus Danang mulai mengesek-gesekan kemaluannya diantara CD dan Kemaluan Yanti secara perlahan.
Yanti mulai kelihatan menikmati, sambil mengisap punting susu si Yanti yg sebelah kiri dan meremas susu Yanti yg sebelah kanan Danang terus menggesek kemaluannya dicelah CD dan Kemaluan si Yanti, Yanti mulai mengerak-gerakkan pinggulnya keatas kebawah mengikuti gerakan Danang, aqu yakin bahwa kelentitnya si Yanti sudah tersentuh oleh ujung kemaluan si Danang, aqu pun tambah terangsang melihatnya, aqu mulai mempercepat kocokan tangan di kemaluanku, dadaqu terasa semakin dag-dig-dug….semakin lama si Danang semakin mempercepat gerakannya, terus menggesek kemaluan si Yanti dgn kemaluannya yg sudah semakin keras, dan si Yanti pun mulai mengeluarkan suara desahannya, mas…mas…mas…aduh geli sekali…mas…. aduuuuh… enak sekali mas….lirih si Yanti, tekan sedikit mas…biar ujung nya kena kemaluanku…..
Danang mulai merubah gerakannya, dari menggesek menjadi agak menekan kemaluan si Yanti, tangan kanan si Yanti mencengkram tangan Danang yg sedang meremas susu kanannya, berarti si Yanti sudah begitu menikmati gesek-tekan kemaluan si Danang. teruuuus… mas…aqu nikmat sekaaaaali…. desah si Yanti.
iyaaa… saya juga Ni….nikmat sekali, punyamu begitu licin dan hangat….Danang terus melaqukan gesek-tekan…hingga kurang lebih 15 menit.
Sudah mau keluar…nih…kata si Danang dgn suara tersendat-sendat, jangan keluarkan dulu mas….tahaaaann…tahan….kata si Yanti sambil terus menggerakan pinggulnya…..aduuuh…mas…saya mau keluar juga mas…..kata si Yanti (maksudnya mau orgasme). mas..masukin sedikit ujungnya….kata si Murni memohon, terus Yanti agak menaikin lagi tubuh si Yanti hampir menindihnya, dan tangan kanannya menuntun kemaluan menuju lubang kemaluan si Yanti, dan ah…aaaahh…jangan dimasukin semua mas…aqu lebih geli kalau ujungnya saja….kata si Yanti.
Danang terus menggesek-tekan, dan kelihatan si Danang mulai menekan-nekan pantanya dan si Yanti semakin bergoyang kekiri dan kekanan dan kadang-kadang menaikan pinggulnya keatas..lalu Yanti mulai agak menjerit kecil…Mas…aqu mau keluar mas….
ya..ya…keluarkan saja ni…biar tambah licin sahut si Danang…
Tak terasa kemaluan ku juga mulai mengeluarkan cairan kental sedikit diujungnya…. aqu terus menyaksikan gesekan kemaluan Danang di celah antara CD dan Kemaluan si Yanti, pinggul Yanti semakin cepat bergerak keatas kebawah, bahkan sesekali diangkatnya cukup tinggi…dan…ah..aaaahh…aaaaaaaahhh….mas aqu ke..ke..ke…luaaaaarr…mas ….ah….aduuuuuh…mas enak sekaliiiiii……
aqu juga ni….aqu juga mau keluar…ni…sambil semakin memepercepat gerakan gesek-geseknya, …aduhh..ni…saya keluar ni….oh…oh…oh….Danang menyentak-nyentakkan gesekannya sampai lebih dari 3 kali, aduuuh…mas….hangat sekaliiiii….mas.., gerakan Danang mulai semakin pelan dan akhirnya Danang tertelungkup diatas tubuh si Yanti.
aqupun mulai terasa gatal diujung kemaluan ku…dan akh….croooot…croooot….sperma kupun muncrat ke daun pintu. aqu jadi lemes..dan mulai aqu berbaring di tempat tidurku sambil tetap membayangkan sejoli main adu gesek.
Sememtara Rani belum tiba, kebetulan Yanti tugas ke Manado, so…di rumah hanya tinggal siMbok, si Yanti, si orok dan aqu.
Saat si orok tidur, aqu coba godain Yanti, hem..ehem…Ni…kelihatannya kamu kesepian yah..ditinggal Mas Danang…? Tanyaqu. Ah…enggaaaaakk…biasa aja…..jawab Yanti sambil agak malu-malu.
Memangnya kenapa Mas….? Tanya balik Yanti.
Kelihatannya kamu sama mas Danang kok semakin mesra sih…? Tanya ku lagi.
Kasihaaannn..mas Danang kan sudah lama…eh…maksud saya ditinggal Mbak Rani, gak apa-apa kok….jawab si Yanti
Aqu mulai merasa si Yanti agak khawatir kalau aqu mengetahui affairnya dgn Danang.
Sambil baca majalah dan nonton TV, aqu pandangi tubuh si Yanti. Mulai dari kulit lengan, susu, perut, bentuk pinggul, paha dan betis. Wow….memang segar dan cukup bikin mupeng, apalagi karena gak ada bos, si Yanti gak pake baju Putih Seragam Baby Sitter, dia Cuma pakai baju tidur kulot dan blus bahan katun biasa, jadi aqu bisa melihat samar-samar lekuk tubuh dan baygan bra and CDnya.
Si Yanti duduk dekat Box bayi sambil menggoyang box, sesekali dia curi pandang kepadaqu seperti ada rasa cemas taqut ketahuan affairnya. Dia agak gelisah. Dalam pikiranku, baikan di “selok” aja dech…..
Yan, aqu mau pindah kost, kata ku…., lho kenapa mas…..kan Mas Danang dan Mbak Rani orangnya baik, dan Mas sudah diaqui seperti keluarganya, juga ini rumah bagus dan harga kost nya katanya kekeluargaan…. Jawab si Yanti.
Iya… Yan, tapi aqu gak tahan lihatin kamu ama mas Danang, kok akrab banget…..kata ku.
Akrab gimana……? Tanya Si Yanti agak ketus, ya lah….emang aqu gak tahu kalau kamu sering tiduran di karpet ama mas Danang , dan kalau gak salah kamu pernah jalan ama mas Danang bawa bayi, ya kan….?
Si Yanti gelagapan, dan dia langsung berdiri dari duduknya menghampiriku, aqu melihat bentuk perut yg sudah agak kendur tapi malah terkesan sexy, kemudian dia duduk disebelahku. Dia bilang : Mas…tolong jangan bilang Mbak Rani, aqu kasihan mas Danang dan aqu juga terpengaruh karena aqu sudah lama tak disentuh lelaki, tolong ya mas…. Jawab si Yanti memelas. Aqu sementara pura-pura terus baca majalah tapi mata terkadang ngincer-ngincer juga tuh susu yg masih sintal dan kelihatan mulus walau baru tampak separuhnya karena tertutup BRA.
Ya…kamu harus ingat Yan, karena inila setitik rusak susu dua-dua-nya. Jawabku sambil godain. Yeee si mas, rusak susu sebelanga…ah…jawabnya sambil menyembunyikan malunya.
Ya…dua-dua-nya Yan…..kalau terus di-uwel-uwel mah….jawab ku.
Si Yanti mencubit perutku, ah..si mas bisa aja. Nih tak cubit…..hayoooo kapok…!!! Si Yanti kayak yg greget campur kesel.
Tapi mas, walaupun bagaimana, aqu belum pernah kok bersetubuh dgn mas Danang, yah….hanya sekedar begitu-begitu aja, yg penting mas Danang bisa “keluar”……bener mas aqu gak bohong. Kata si Yanti agak serius.
Lho….sudah apa belum bagi saya gak masalah Yan, jawab ku.
Mas kok gitu sih….? Jawab si Yanti sambil meraba-raba kedua susunya. Belum mas belum rusak nih…jawab si Yanti sambil mengusap kedua susunya. Ya….percaya deh….jawabku. setelah terdiam beberapa saat lalu :
Yan…pijitin dong pundak saya, tadi saya main golf 18 hole, cukup capek juga…
Weee…maaf ya…aqu bukan tukang pijat kok….jawab si Yanti agak sengit.
Yah…sudah gak apa-apa, tapi saya juga bukan tukang yg pintar nyimpen rahasia lho…..jawab ku.
Eeeemmmm….si mas ngancam ya…..ya sudah sini, awas kalau ngomong Mbak Rani…..jawab si Yanti.
Aqu duduk di karpet, sementara si Yanti berlutut dibelakangku, tangannya mulai pijitin pundak dan bahu bagian atasku, dan selang beberapa menit, aqu merasa ada yg nempel hangat di punggungku, terasa empuk dan kenyal, aqu tebak aja deh ini pasti perut si Yanti, aqu pura-pura gak merasa apa-apa walau sudah sekitar 10 menit. Lalu si Murni bertanya : mas kepalanya mau dipijit gak….., o…ya…iya Yan. Jawab ku, kemudian si Yanti memijit kepala ku…wah enak banget lho Yan. Kamu kok pintar mijit sih…..
Ah..biasa aja mas jawab si Yanti.
Kemudian Aqu merasakan ada yg agak lebih empuk lagi menekan dipunggungku, aqu dah nebak deh…ini pasti pubis si Yanti, gundukan daging antara perut dan kemaluan. Dia terus menekan…menekan..semakin terasa hangat dan empuk, aqu merasakan kedua pahanya semakin menempel, dia menekan terus dan aqu agak sedikit membungkuk sehingga punggung ku semakin menekan pubis nya.
Aduh…Yan. Yg dipijit kepala kok yg enak punggungku ….. terus Yan tekan lagi, kata ku. Ah si mas bisa aja…..mau ditekan lagi? Kata si Yanti.
Ya…iya…dong, si Yanti terus menekan-nekan pubisnya di punggungku.
Napasnya pun mulai terdengar mendesah, dan pijitan dikepalaqu mulai melemah, tapi pijitan pubis di punggungku semakin terasa kuat.
Apanya yg enak mas…tanya si Yanti. Punggung ku enak banget Yan, punyamu begitu berdaging dan terasa hangat di punggungku, jawab ku. Sementara si ujang dibalik celana pendek ku mulai menegang dan si Yanti secara sengaja terus menekankan pubis nya dipunggung ku.
Aduh Yan. Punyaqu jadi tegang Yan…….mau pegang nih….? Tanya ku.
Manaaaa….tanya si Yanti. Nih….sudah mulai keras gara-gara punggung keenakan…. Jawab ku.
Iya…mas, kok tegang ya….tanya si Yanti.
Aqu juga gara-gara mas Danang jadi sering cepet geli di anu ku. Aqu jadi sering mudah terangsang, padahal sudah tahunan gak begini, kata si Yanti.
Yan, pijit aja punya ku…..tapi yg enak ya….
Tanpa bicara lagi si Yanti pindah duduk disebelahku, tangannya mulai masuk kesela celana pendekku, dia mulai meraba-raba dgn lembut kemaluan ku, ah….mulai terasa geli, si Yanti meremas bagian helm kemaluan ku, dipijit-pijit lembut yg membuat kemaluanku terasa semakin geli dan nikmat sekali, oh….Yan, enak banget, teruuuus Yan, desah ku. Tanganku mulai menyusur kebalik Bra si Yanti, perlahan ku elus lembut susunya, pelan-pelan ujung jariku menyusur terus hingga kerasa puting susu yg sudah mengeras tapi lembut kulitnya, aqu elus terus susunya, sesekali agak ku remas lembut, si Yanti nafasnya mulai agak tersengal-sengal, aduuuuh…mas, sentuhan tangannya kok lembut banget, aqu semakin nikmat mas….terus tangan kanan si Yanti membuka kaitan Bra bagian belakang, dan tangan kirinya masih terus memijit-mijit ujung kemaluan ku.
Kemudian ku singkap blusnya dari sekitar perut agar dapat kuraih kedua susunya sementara bra dibukanya pelan-pelan melalui sela-sela lengan bajunya. Wah…benar aja, susunya masih mulus, walaupun sudah agak jatuh, namun kekenyalan dan kelembutan kulitnya masih seperti anak-ABG. Ku singkap terus keatas blusnya, punting susu si Yanti yg kiri mengarah agak kesamping kiri dan yg kanan agak kesamping kanan, wah ini tanda susu yg masih berkelenjar bagus, walaupun agak turun tapi masih kencang. Isap mas….pinta si Yanti, perlahan kuisap lembut puntingnya, mulai dgn isapan perlahan lama-lama isapanku semakin kuat sehingga si Murni menjerit perlahan Aaaahhh……aduh mas….kok enak sekali….teruuuus…mas….
Kuisap puntingnya pelan-pelan tapi nyelekit, hingga si Yanti terbaring karena tak kuat menahan nikmatnya isapan ku. Dan aqu pun membaringkan tubuhku di karpet, sementara aqu terus mengisap punting susunya, si Yanti mengambil posisi diatas ku dan mulai menempelkan kemaluannya ke kemaluan ku, dia masih mengenakan kulot tipisnya, dia tekan kemaluannya ke kemaluanku, terasa tubuh si Yanti agak bergetar ketika dia tekan kemaluannya ke kemaluanku, aqu merasakan begitu empuk dan hangatnya daging kemaluan si Yanti, aqu merasakan semakin geli di kemaluanku,
Yanti mulai menggerakan pinggulnya sehingga tekanan berubah jadi gesekan-gesekan yg perlahan tapi serasa ujung kemaluanku mulai nyelip dibelahan kemaluannya walaupun masih terbungkus kulot dan CD, tanganku mulai meraba buah pantatnya dgn menyusurkan tangan diantara celana kulotnya, wah…..lembut dan empuk, pantatnya bukan kencang tapi empuk, kulitnya masih halus. Aqu mulai menyelipkan tanganku kesela CD bagian pantanya, aqu mulai meraba halusnya pantat si Yanti, ketika pantatnya ku elus,
si Yanti malah semakin menekan gesekan kemaluannya ke kemaluanku, aqu yakin “G-spot” si Yanti disekitar pantatnya, kemudian elusan dipantat si Yanti ku coba rubah dgn pijitan-pijitan ujung jari ku, ternyata si Yanti semakin terangsang semakin mengesek agak cepat….dan oh….oh….oh….mas….aqu mau keluar mas…….mendengar rintihan si Yanti, aqu bantu proses keluar nya si Yanti, aqu tekan pantatnya dgn kedua tanganku agar kemaluannya semakin keras menekan kemaluanku, dan aaaaahhh…aaahhh…seeeeepp..seeeppppp…seperti kepedasan makan lombok, maaaasss…..aqu keluar mas…..ah…aaaahhh….si Yanti seperti setengah menangis, terasa dikemaluanku kemaluannya berdenyut-denyut beberapa kali, sementara dia menekan susu kirinya ke dadaqu, dia terus merintih…mendesah….kemudian denyutan kemaluannya terasa lagi, nyut..nyuut…nyut…
wah si Yanti mengalami orgasme panjang nih…pikir ku.
Kemudian sejenak si Yanti merebahkan tubuhnya di atas tubuhku, sekitar kira-kira belum semenit, dia mulai menekan-nekan-kan lagi kemaluannya ke kemaluan ku kebetulan kemaluanku masih keras, dia mulai mendesah lagi. Seeeeppp….. seeeppp….. seperti orang kepedasan.
Yan, nanti dilihat simBok, kekamar aja yuukkk….ajak ku. Ah tak mas, simBok sudah tidur, lagian ini bayi kalau bangun gimana….? Jawab si Yanti.
Ya…sudah buka saja celanamu Yan….. perintahku.
Jangan mas….gini aja ya….sementara di selipkan kemaluanku kesela CDnya, dan si Yanti masih berposisi di atas ku.
Ketika kemaluanku mulai menyusup disela CD dan kemaluannya, tersa lendir hangat dan licin diujung kemaluanku, dia mulai menggoyangkan pinggulnya dan gesekan belahan kemaluan yg hangat dan licin mulai merangsang kemaluan ku, aqu merasakan betapa enaknya kemaluan si Yanti, tapi disisi kemaluanku terasa agak sakit kena sisi CD nya si Murni, aduh Yan, CDmu sakit nih….
Kemudian dia melepas celana kulotnya dan agak menarik CDnya ke bawah, sedangkan aqu mulai melepas celana pendek dan CDku maka kemaluanku mulai nyaman banget, apalagi dia mengambil posisi seperti kodok yg mau loncat, dia mulai lagi menggoyangkan pinggulnya perlahan kekiri kekanan..tangan ku mencengkram buah pantatnya dan sesekali kutekan sehingga kemaluanku terasa berada dimuka gawang, kudorong-dorongkan pinggulku naik turun sementara si Yanti mengoyang kiri-kanan, variasi goyangan semacam ini telah menciptakan rasa geli yg berbeda dgn rasa kalau bersetubuh biasa, kemaluan ku semakin keras, kemaluan si Yanti terasa semakin basah kuyup, namun basah kuyup yg membuat rasa geli dikemaluanku semakin nikmat,
Yanti terus bergerak sementara ke dua susunya semakin terasa menggiling dadaqu, kenyalnya hangatnya terasa sekali karena T-shirt ku aqu angkat ke leher dan blusnya si Yanti pun sudah terangkat sehingga kedua susunya terasa nempel langsung dikulit dadaqu, dan tangan si Yanti yg sedang menahan tubuhnya dilantai kemudian berubah memeluk tubuhku, sehingga susunya semakin menekan di dadaqu, gerakan pinggulnya semakin lembut seolah memposisikan titik-titik tertentu dari kemaluannya di kemaluanku, kelihatannya si Yanti berusaha agar kelentitnya tergesek oleh ujung kemaluanku. Dia begitu aktif mencari titik-titik kenikmatan dikemaluannya. Kemudian aqu mulai menekan nekan ujung kemaluanku ketika terasa jika sudah berada ambang lubang nikmat, aqu tak tahan lagi, ingin sekali aqu menancapkan kemaluanku ke kemaluannya. Yan…kamu dibawah Yan…. Pinta ku.
Jangan dulu mas, biar lama nikmatnya, soalnya kalau mas di atas pasti mas cepet keluar. Jawabnya dgn kata terputus-putus karena napas si Yanti seperti orang yg sedang aerobic.
Ya…tapi masukan dong Yan. Aqu sudah gak sabar nih….
Iya…iya…tapi pelan-pelan ya mas….biar terasa nikmat. jawab si Yanti.
Kemudian si Yanti menghentikan gerakan pinggulnya. Dan memposisikan ujung kemaluanku tepat dilubang kemaluan yg licin dan hangat. Dia mulai menekan pinggulnya ke bawah, dan kemaluanku pun perlahan mulai menyusup, perlahan banget si Yanti menarik lagi pinggulnya keatas, aqu merasakan gesekan lubang kemaluan yg halus, licin dan lembut, dia menekan lagi, dan kira-kira sekitar 5 cm kemaluanku masuk, dia tarik lagi pinggunya keatas, aqu mulai penasaran karena cara seperti ini menimbulkan kenikmatan yg khas banget, gregel-gregel dinding kemaluan si Yanti begitu terasa menggelitik karena gerakan perlahan seolah-olah kemaluanku meraba-raba tiap mili dinding lubang kemaluan si Yanti, aqupun semakin menikmatinya.
Kemudian desahan demi desahan terus keluar dari mulut si Yanti, dan……ah…aaaahhh….. pelan-pelan si Yanti menekan pinggulnya hingga kemaluanku masuk seluruhnya, kemudian dia tarik lagi pelan-pelan…ditekan lagi…..blessss…lagi kemaluanku masuk, begitu terus berulang-ulang hingga sekitar 15 menit, ah… begitu lembutnya permainan si Yanti, sesekali terasa olehku denyutan-denyutan halus didalam kemaluan si Yanti yg terasa seolah menjepit-jepit ujung kemaluan ku. Kemudian si Yanti memasukan lagi kemaluanku dgn menekan pinggulnya, dia tak lagi menarik pinggulnya keatas, tapi dia tekan terus agak lama sehingga begitu dalamnya kemaluanku tertanam didalam kemaluan hangat si Yanti, kemudian denyutan-denyutan kemaluannya…aw..terasa begitu nikmat, cenut-cenut….kemudian ada denyutan panjang yg rasanya begitu menjepit ujung kemaluan ku. Ah..mungkin ini yg disebut empot-empot madura dalam pikirku.
Gaya ML seperti ini terus belangsung hingga kurang lebih ¼ jam, aqu benar-benar merasakan nikmat yg baru kali ini kurasakan dibanding dgn kenikmatan saat ML dgn pacarku.
Diujung lubang kemaluanku mulai terasa geli sekali seperti hendak keluar sperma, sementara si Yanti terus mengayuh pinggulnya perlahan dan tangan kirinya menarik susunya kearah mulut ku, lalu kuisap-isap pelan hingga isapan kuat, si Yanti mulai tak dapat mengkontrol gerakannya, dia menggoyang semakin cepat…cepat lagi dan akhirnya jeritan kenikmatan si Yanti muncul lagi, dia mencapai orgasme lagi karena terasa oleh kemaluanku jepitan-jepitan kemaluan dan denyutan-denyutannya yg tak beraturan. Dia mendesah dan menggigit dadaqu, dia orgasme panjang. Dan saat kemaluanku dijepit-jepit oleh kemaluan orgasmenya si Yanti, aqupun gak tahan, geli sekali dikemaluan ku, sekujur tubuhku terasa geli linu, merinding dan ah…rasanya nikmat sekali, aqu berusaha terus menggerakan pinggulku keatas dan kebawah agar kemaluanku tetap menggesek kemaluan si Yanti yg sedang orgasme dan berdenyut-denyut itu.
Suatu hari setelah 1 bulan si nyonya melahirkan panggilannya Mbak Rani, maka datanglah seorang baby sitter yg melamar pekerjaan sesuai iklan dari koran, setelah bercakap-cakap dgn Rani, maka baby sitter tsb yg bernama Yanti diterima sebagai pengasuh bayi mereka. Aqu pandangi terus itu baby sitter, wah…setelah pakai baju putih kelihatan sexy banget, guratan celana dalamnya tampak samar-samar…. esoknya, ketika aqu mau berangkat kekantor, tiba-tiba ibu kost ku mengenalkan si Yanti kepadaqu, sekilas kulihat buah dadanya yg terbungkus bajuputih dibalik BH wow…seru…kira-kira 36 lah..
Si Yanti berumur sekitar 30 tahun, sedangkan ibu kost ku (ibunya si bayi baru sekitar 26 tahun, suaminya kira-kira 30 tahun).
"Bang…tolong ya..ikut awasin rumah karena ada penghuni baru ( maksudnya baby sitter) sementara aqu sudah harus masuk kerja lagi, maklum kerja di swasta cutiku melahirkan cuma 1 bulan, ucapnya kepada ku…"
"Baik Mba, saya jagain lah…"
setelah sekitar 1 minggu si Yanti tinggal di rumah kost bersama aqu dan pemilik rumah, aqu mulai curiga dgn gerak-gerik suami Rani beberapa hari terakhir ini, Aqu sering melihat dari sela pintu kamar kost ku, sang suami panggilannya mas Danang suka mencuri pandang tubuh si Yanti yg sedang ngurus bayi di Box bayi, tentunya tubuhnya membungkuk posisi hampir nungging sehingga guratan CD nya semakin tampak jelas dan bentuk pinggul serta betis yg bikin mupeng semua lelaki, ternyata di usia 30 tahun, si Yanti justru bikin gairah lelaki meningkat.
Suatu hari, Yanti tak pulang, dia tugas ke jakarta untuk 3 hari, mas Danang kelihatannya seneng banget ditinggal isterinya, semakin saja dia menggoda si Yanti, dan sempat mengelus punggung si Yanti sambil berkata
” emh kasihan Mbak ya…kok masih cantik jadi janda…”
Si Yanti cuma menjawab ” ya nasib mas…” sambil tersenyum. aqu terus mengintip dari celah pintu kamar kost ku apa yg dilaqukan mas Dananf, dia mulai melaqukan jurusnya karena sudah ber bulan2 tak ketemu lobang kemaluan Rani, maklum hamil besar dan baru melahirkan.
” Mbak Yanti anaknya berapa? tanya mas Danang, 1 mas…jawab Yanti. sudah berapa tahun menjada..? tanya Danang lagi, yah sudah 3 tahunan lah mas…. jawab Yanti.
Mas Danang duduk di sofa dekat box bayi anaknya, sementara tangan kanannya mulai menggosok-gosok batang kemaluannya dibalik training spak yg dia gunakan, sementara si Yanti masih tetap membungkuk membelakangi mas Danang memberi susu botol kepada sang bayi.
Tiba-tiba terdengar suara mas Danang memanggil aqu,seakan mengajakku untuk nonton TV seperti biasanya, aqu pura-pura tidur dgn pintu tetap ku buka satu senti untuk mengintai apa yg terjadi, lalu mas Danang manggil si-mbok pembantunya yg sudah diatas 50 tahun, ya…den..kata simbok, bikinkan saya kopi terus mbok tidur aja ya istirahat, ya..den…jawab simbok. setelah kopi dihidangkan, kembali Danang menggosok-gosok batang kemaluannya dibalik training spaknya, aqu terus mengintai dgn lampu kamar yg aqu matikan, setelah si bayi tertidur, Danang ngajak Yanti untuk duduk disofa sambil lihat TV, si Yanti menolak, malu mas…kata si Yanti, gak apa-apa ….kata Danang.
Kamu kan ngerti dong saya sudah 3 bulan tak bersentuhan dgn wanita, sini…..ajak Danang lagi. dgn ragu-ragu si Yanti mulai duduk dilantai dekat sofa tempat adi duduk, aqu semakin nilik-nilik mereka, Yanti…sususmu kok masih kencang ya…ucap Danang, ah…masa mas, masih bagus punya Mbak Rani dong…jawab Yanti, kenapa mas bilang begitu…? tanya Yanti. ah…enggak cuma pingin tau aja kalau susu yg sudah pernah di isep bayi berubah bentuk atau tak…? kilah Danang. ya..tergantung perawatan…kata Yanti. boleh aqu raba susumu ni…tanya Dananf. ah…jangan mas…saya kan sudah tua, juga saya malu….jawab Yanti.
Aqu mulai yakin pasti jurus si Danang mengena. sini geser duduknya…kata Danang, ah…sudah disini saja mas… kata Yanti.gak apa-pa…sini… saya penasaran dgn susu yg sudah di isep bayi, pingin lihat…kata Danang lagi, jangan mas ah… malu, nanti Mbak Rani tau aqu dimarahin… kata Yanti, tak ada yg tau, semua sudah tidur. kata Dnang, lalu Danang menarik lengan si Yanti, dan mulai meraba susu Yanti dgn halus, si Yanti kelihatan berigidig-an, Danang terus gencar berusaha memegang susu Yanti, sementara Yanti terus menangkis tangan adi, ketika si Yanti sibuk menangkis tangan adi, aqu melihat kedua paha si Yanti yg kadang terkangkang karena sibuk menangkis tangan adi, wow…mulus pahanya, aqu mulai jreng juga, karena ruang tengah cukup terang sehingga sering banget aqu melihat CD Yanti yg berwarna ungu muda, dan gundukan kemaluan dibalik CD yg begitu menggiurkan membuat aqu jadi keasyikan nonton dari celah pintu kamar.
Akhirnya si Yanti menyerah di tangan Danang, dan membiarkan tangan Danang meng-griliya susunya, dan si Yanti pun mulai kegelian sehingga pahanya semakin jelas kulihat karena Yanti sudah tak kontrol cara duduknya.
Aqu mulai terangsang melihat tangan Danang dibalik baju putih Yanti bergerak-gerak, kebayang empuk dan halus susu yg sedang diobok. kemaluan ku mulai tegang, si Yanti semakin meringis dgn sesekali membungkukkan punggunya, kegelian. Danang mulai memetik kancing baju si Yanti, maka terlihat susu si Yanti dibungkus BH warna merah jambu karena si Yanti menghadap kamarku dan Danang dibelakang si Yanti. tangan Danang kemudian mengeluarkan sebelah susu Yanti dari BHnya, aqu semakin tegang karena aqu melihat susu yg begitu mulus, puntingnya coklat muda, bahkan aqu lebih terfokus ke celah paha si Yanti yg sudah semakin jelas karena rok putihnya sudah sediki demi sedikit tersingkap. kelihatannya si Yanti sudah mulai terangsang karena aqu melihat bagian celah kemaluan pada CD si Yanti sudah mulai berwarna ungu tua, berarti sudah basah. ketika si Yanti agak bergeser duduknya aqu melihat tangan Danang yg kiri memegang kemaluannya yg sudah tegang banget, sementara tangan kanannya mulai meremas halus susu Yanti, kelihatannya Dananf bukan pemain sex brutal, dia mempermainkan susu si Yanti begitu lembut sehingga si Yanti mulai mendesah dan tangannya mulai mencengkram tangan Yanti yg sedang mengelus susu nya.
Sudah mas…aqu sudah gak tahan…kata si Yanti. aqu juga sudah gak tahan Ni…kata si Danang, bantu saya dong Ni…saya pingin keluarkan Sperma yg sudah mengental nih….kata Danang dgn nada merayu…jangan mas…aqu gak mau, taqut hamil….kata Yanti. tak ni…kita jangan bersetubuh, saya gesek aja ya di antara celana dalam dan kemaluan mu….rayu Danang, si Yanti pun sudah kelihatan sangat terangsang, tapi dia tak menjawab. sementara aqu sudah semakin tegang aja nih si ujang…dibalik pintu.
Dananf akhirnya turun dari sofa, dan duduk disebelah si Yanti di atas karpet, tangan Dananf mulai mengarah ke kemaluan si Yanti, kembali si Yanti meronta, jangan mas…nanti aqu gak tahan…kata si Yanti, tenang aja…nanti kita sama-sama enak…kata Dananf sambil mulai mengelus CD pas di kemaluan si Yanti , Yanti mulai kelihatan kejang-kejang kedua kakinya merasakan nikmat, Danang terus mengelus kemaluan Yanti dari luar CDnya sementara bibirnya mulai menciumi susu kiri si Yanti,
Adegan ini terus berlangsung sekitar hampir 10 menit, kemudian adi melepas training spaknya, dan kelihatan ujang nya si Danang yg sudah tegak lurus, tapi si Yanti malah membuang pandangannya ke TV, lalu Dananf menyingkap rok putih Yanti semakin keatas, dan si Yanti direbahkan dikarpet, jangan mas…kata si Yanti. nggak kok cuma mau dijepitin diantara CD dan Kemaluan kamu…gak dimasukin kok…kata Danang sambil terus menggosok kemaluannya. janji ya..mas…kata Yanti. bener kok saya janji kata Danang, kemudian Danang berbaring disebelah kiri si Yanti, dan benar saja, Danang mulai menaiki separuh tubuh Yanti dan paha sampai kaki kirinya Dananf menindih paha dan kaki kiri si Yanti dan kemaluan Danang diselipkan dari samping CD basahnya Murni dekat pangkal paha Yanti sementara si Yanti tetap terlentang, aqu mulai gak tahan lihatinnya, aqupun mulai meraba-raba kemaluan ku, terus Danang mulai mengesek-gesekan kemaluannya diantara CD dan Kemaluan Yanti secara perlahan.
Yanti mulai kelihatan menikmati, sambil mengisap punting susu si Yanti yg sebelah kiri dan meremas susu Yanti yg sebelah kanan Danang terus menggesek kemaluannya dicelah CD dan Kemaluan si Yanti, Yanti mulai mengerak-gerakkan pinggulnya keatas kebawah mengikuti gerakan Danang, aqu yakin bahwa kelentitnya si Yanti sudah tersentuh oleh ujung kemaluan si Danang, aqu pun tambah terangsang melihatnya, aqu mulai mempercepat kocokan tangan di kemaluanku, dadaqu terasa semakin dag-dig-dug….semakin lama si Danang semakin mempercepat gerakannya, terus menggesek kemaluan si Yanti dgn kemaluannya yg sudah semakin keras, dan si Yanti pun mulai mengeluarkan suara desahannya, mas…mas…mas…aduh geli sekali…mas…. aduuuuh… enak sekali mas….lirih si Yanti, tekan sedikit mas…biar ujung nya kena kemaluanku…..
Danang mulai merubah gerakannya, dari menggesek menjadi agak menekan kemaluan si Yanti, tangan kanan si Yanti mencengkram tangan Danang yg sedang meremas susu kanannya, berarti si Yanti sudah begitu menikmati gesek-tekan kemaluan si Danang. teruuuus… mas…aqu nikmat sekaaaaali…. desah si Yanti.
iyaaa… saya juga Ni….nikmat sekali, punyamu begitu licin dan hangat….Danang terus melaqukan gesek-tekan…hingga kurang lebih 15 menit.
Sudah mau keluar…nih…kata si Danang dgn suara tersendat-sendat, jangan keluarkan dulu mas….tahaaaann…tahan….kata si Yanti sambil terus menggerakan pinggulnya…..aduuuh…mas…saya mau keluar juga mas…..kata si Yanti (maksudnya mau orgasme). mas..masukin sedikit ujungnya….kata si Murni memohon, terus Yanti agak menaikin lagi tubuh si Yanti hampir menindihnya, dan tangan kanannya menuntun kemaluan menuju lubang kemaluan si Yanti, dan ah…aaaahh…jangan dimasukin semua mas…aqu lebih geli kalau ujungnya saja….kata si Yanti.
Danang terus menggesek-tekan, dan kelihatan si Danang mulai menekan-nekan pantanya dan si Yanti semakin bergoyang kekiri dan kekanan dan kadang-kadang menaikan pinggulnya keatas..lalu Yanti mulai agak menjerit kecil…Mas…aqu mau keluar mas….
ya..ya…keluarkan saja ni…biar tambah licin sahut si Danang…
Tak terasa kemaluan ku juga mulai mengeluarkan cairan kental sedikit diujungnya…. aqu terus menyaksikan gesekan kemaluan Danang di celah antara CD dan Kemaluan si Yanti, pinggul Yanti semakin cepat bergerak keatas kebawah, bahkan sesekali diangkatnya cukup tinggi…dan…ah..aaaahh…aaaaaaaahhh….mas aqu ke..ke..ke…luaaaaarr…mas ….ah….aduuuuuh…mas enak sekaliiiiii……
aqu juga ni….aqu juga mau keluar…ni…sambil semakin memepercepat gerakan gesek-geseknya, …aduhh..ni…saya keluar ni….oh…oh…oh….Danang menyentak-nyentakkan gesekannya sampai lebih dari 3 kali, aduuuh…mas….hangat sekaliiiii….mas.., gerakan Danang mulai semakin pelan dan akhirnya Danang tertelungkup diatas tubuh si Yanti.
aqupun mulai terasa gatal diujung kemaluan ku…dan akh….croooot…croooot….sperma kupun muncrat ke daun pintu. aqu jadi lemes..dan mulai aqu berbaring di tempat tidurku sambil tetap membayangkan sejoli main adu gesek.
Sememtara Rani belum tiba, kebetulan Yanti tugas ke Manado, so…di rumah hanya tinggal siMbok, si Yanti, si orok dan aqu.
Saat si orok tidur, aqu coba godain Yanti, hem..ehem…Ni…kelihatannya kamu kesepian yah..ditinggal Mas Danang…? Tanyaqu. Ah…enggaaaaakk…biasa aja…..jawab Yanti sambil agak malu-malu.
Memangnya kenapa Mas….? Tanya balik Yanti.
Kelihatannya kamu sama mas Danang kok semakin mesra sih…? Tanya ku lagi.
Kasihaaannn..mas Danang kan sudah lama…eh…maksud saya ditinggal Mbak Rani, gak apa-apa kok….jawab si Yanti
Aqu mulai merasa si Yanti agak khawatir kalau aqu mengetahui affairnya dgn Danang.
Sambil baca majalah dan nonton TV, aqu pandangi tubuh si Yanti. Mulai dari kulit lengan, susu, perut, bentuk pinggul, paha dan betis. Wow….memang segar dan cukup bikin mupeng, apalagi karena gak ada bos, si Yanti gak pake baju Putih Seragam Baby Sitter, dia Cuma pakai baju tidur kulot dan blus bahan katun biasa, jadi aqu bisa melihat samar-samar lekuk tubuh dan baygan bra and CDnya.
Si Yanti duduk dekat Box bayi sambil menggoyang box, sesekali dia curi pandang kepadaqu seperti ada rasa cemas taqut ketahuan affairnya. Dia agak gelisah. Dalam pikiranku, baikan di “selok” aja dech…..
Yan, aqu mau pindah kost, kata ku…., lho kenapa mas…..kan Mas Danang dan Mbak Rani orangnya baik, dan Mas sudah diaqui seperti keluarganya, juga ini rumah bagus dan harga kost nya katanya kekeluargaan…. Jawab si Yanti.
Iya… Yan, tapi aqu gak tahan lihatin kamu ama mas Danang, kok akrab banget…..kata ku.
Akrab gimana……? Tanya Si Yanti agak ketus, ya lah….emang aqu gak tahu kalau kamu sering tiduran di karpet ama mas Danang , dan kalau gak salah kamu pernah jalan ama mas Danang bawa bayi, ya kan….?
Si Yanti gelagapan, dan dia langsung berdiri dari duduknya menghampiriku, aqu melihat bentuk perut yg sudah agak kendur tapi malah terkesan sexy, kemudian dia duduk disebelahku. Dia bilang : Mas…tolong jangan bilang Mbak Rani, aqu kasihan mas Danang dan aqu juga terpengaruh karena aqu sudah lama tak disentuh lelaki, tolong ya mas…. Jawab si Yanti memelas. Aqu sementara pura-pura terus baca majalah tapi mata terkadang ngincer-ngincer juga tuh susu yg masih sintal dan kelihatan mulus walau baru tampak separuhnya karena tertutup BRA.
Ya…kamu harus ingat Yan, karena inila setitik rusak susu dua-dua-nya. Jawabku sambil godain. Yeee si mas, rusak susu sebelanga…ah…jawabnya sambil menyembunyikan malunya.
Ya…dua-dua-nya Yan…..kalau terus di-uwel-uwel mah….jawab ku.
Si Yanti mencubit perutku, ah..si mas bisa aja. Nih tak cubit…..hayoooo kapok…!!! Si Yanti kayak yg greget campur kesel.
Tapi mas, walaupun bagaimana, aqu belum pernah kok bersetubuh dgn mas Danang, yah….hanya sekedar begitu-begitu aja, yg penting mas Danang bisa “keluar”……bener mas aqu gak bohong. Kata si Yanti agak serius.
Lho….sudah apa belum bagi saya gak masalah Yan, jawab ku.
Mas kok gitu sih….? Jawab si Yanti sambil meraba-raba kedua susunya. Belum mas belum rusak nih…jawab si Yanti sambil mengusap kedua susunya. Ya….percaya deh….jawabku. setelah terdiam beberapa saat lalu :
Yan…pijitin dong pundak saya, tadi saya main golf 18 hole, cukup capek juga…
Weee…maaf ya…aqu bukan tukang pijat kok….jawab si Yanti agak sengit.
Yah…sudah gak apa-apa, tapi saya juga bukan tukang yg pintar nyimpen rahasia lho…..jawab ku.
Eeeemmmm….si mas ngancam ya…..ya sudah sini, awas kalau ngomong Mbak Rani…..jawab si Yanti.
Aqu duduk di karpet, sementara si Yanti berlutut dibelakangku, tangannya mulai pijitin pundak dan bahu bagian atasku, dan selang beberapa menit, aqu merasa ada yg nempel hangat di punggungku, terasa empuk dan kenyal, aqu tebak aja deh ini pasti perut si Yanti, aqu pura-pura gak merasa apa-apa walau sudah sekitar 10 menit. Lalu si Murni bertanya : mas kepalanya mau dipijit gak….., o…ya…iya Yan. Jawab ku, kemudian si Yanti memijit kepala ku…wah enak banget lho Yan. Kamu kok pintar mijit sih…..
Ah..biasa aja mas jawab si Yanti.
Kemudian Aqu merasakan ada yg agak lebih empuk lagi menekan dipunggungku, aqu dah nebak deh…ini pasti pubis si Yanti, gundukan daging antara perut dan kemaluan. Dia terus menekan…menekan..semakin terasa hangat dan empuk, aqu merasakan kedua pahanya semakin menempel, dia menekan terus dan aqu agak sedikit membungkuk sehingga punggung ku semakin menekan pubis nya.
Aduh…Yan. Yg dipijit kepala kok yg enak punggungku ….. terus Yan tekan lagi, kata ku. Ah si mas bisa aja…..mau ditekan lagi? Kata si Yanti.
Ya…iya…dong, si Yanti terus menekan-nekan pubisnya di punggungku.
Napasnya pun mulai terdengar mendesah, dan pijitan dikepalaqu mulai melemah, tapi pijitan pubis di punggungku semakin terasa kuat.
Apanya yg enak mas…tanya si Yanti. Punggung ku enak banget Yan, punyamu begitu berdaging dan terasa hangat di punggungku, jawab ku. Sementara si ujang dibalik celana pendek ku mulai menegang dan si Yanti secara sengaja terus menekankan pubis nya dipunggung ku.
Aduh Yan. Punyaqu jadi tegang Yan…….mau pegang nih….? Tanya ku.
Manaaaa….tanya si Yanti. Nih….sudah mulai keras gara-gara punggung keenakan…. Jawab ku.
Iya…mas, kok tegang ya….tanya si Yanti.
Aqu juga gara-gara mas Danang jadi sering cepet geli di anu ku. Aqu jadi sering mudah terangsang, padahal sudah tahunan gak begini, kata si Yanti.
Yan, pijit aja punya ku…..tapi yg enak ya….
Tanpa bicara lagi si Yanti pindah duduk disebelahku, tangannya mulai masuk kesela celana pendekku, dia mulai meraba-raba dgn lembut kemaluan ku, ah….mulai terasa geli, si Yanti meremas bagian helm kemaluan ku, dipijit-pijit lembut yg membuat kemaluanku terasa semakin geli dan nikmat sekali, oh….Yan, enak banget, teruuuus Yan, desah ku. Tanganku mulai menyusur kebalik Bra si Yanti, perlahan ku elus lembut susunya, pelan-pelan ujung jariku menyusur terus hingga kerasa puting susu yg sudah mengeras tapi lembut kulitnya, aqu elus terus susunya, sesekali agak ku remas lembut, si Yanti nafasnya mulai agak tersengal-sengal, aduuuuh…mas, sentuhan tangannya kok lembut banget, aqu semakin nikmat mas….terus tangan kanan si Yanti membuka kaitan Bra bagian belakang, dan tangan kirinya masih terus memijit-mijit ujung kemaluan ku.
Kemudian ku singkap blusnya dari sekitar perut agar dapat kuraih kedua susunya sementara bra dibukanya pelan-pelan melalui sela-sela lengan bajunya. Wah…benar aja, susunya masih mulus, walaupun sudah agak jatuh, namun kekenyalan dan kelembutan kulitnya masih seperti anak-ABG. Ku singkap terus keatas blusnya, punting susu si Yanti yg kiri mengarah agak kesamping kiri dan yg kanan agak kesamping kanan, wah ini tanda susu yg masih berkelenjar bagus, walaupun agak turun tapi masih kencang. Isap mas….pinta si Yanti, perlahan kuisap lembut puntingnya, mulai dgn isapan perlahan lama-lama isapanku semakin kuat sehingga si Murni menjerit perlahan Aaaahhh……aduh mas….kok enak sekali….teruuuus…mas….
Kuisap puntingnya pelan-pelan tapi nyelekit, hingga si Yanti terbaring karena tak kuat menahan nikmatnya isapan ku. Dan aqu pun membaringkan tubuhku di karpet, sementara aqu terus mengisap punting susunya, si Yanti mengambil posisi diatas ku dan mulai menempelkan kemaluannya ke kemaluan ku, dia masih mengenakan kulot tipisnya, dia tekan kemaluannya ke kemaluanku, terasa tubuh si Yanti agak bergetar ketika dia tekan kemaluannya ke kemaluanku, aqu merasakan begitu empuk dan hangatnya daging kemaluan si Yanti, aqu merasakan semakin geli di kemaluanku,
Yanti mulai menggerakan pinggulnya sehingga tekanan berubah jadi gesekan-gesekan yg perlahan tapi serasa ujung kemaluanku mulai nyelip dibelahan kemaluannya walaupun masih terbungkus kulot dan CD, tanganku mulai meraba buah pantatnya dgn menyusurkan tangan diantara celana kulotnya, wah…..lembut dan empuk, pantatnya bukan kencang tapi empuk, kulitnya masih halus. Aqu mulai menyelipkan tanganku kesela CD bagian pantanya, aqu mulai meraba halusnya pantat si Yanti, ketika pantatnya ku elus,
si Yanti malah semakin menekan gesekan kemaluannya ke kemaluanku, aqu yakin “G-spot” si Yanti disekitar pantatnya, kemudian elusan dipantat si Yanti ku coba rubah dgn pijitan-pijitan ujung jari ku, ternyata si Yanti semakin terangsang semakin mengesek agak cepat….dan oh….oh….oh….mas….aqu mau keluar mas…….mendengar rintihan si Yanti, aqu bantu proses keluar nya si Yanti, aqu tekan pantatnya dgn kedua tanganku agar kemaluannya semakin keras menekan kemaluanku, dan aaaaahhh…aaahhh…seeeeepp..seeeppppp…seperti kepedasan makan lombok, maaaasss…..aqu keluar mas…..ah…aaaahhh….si Yanti seperti setengah menangis, terasa dikemaluanku kemaluannya berdenyut-denyut beberapa kali, sementara dia menekan susu kirinya ke dadaqu, dia terus merintih…mendesah….kemudian denyutan kemaluannya terasa lagi, nyut..nyuut…nyut…
wah si Yanti mengalami orgasme panjang nih…pikir ku.
Kemudian sejenak si Yanti merebahkan tubuhnya di atas tubuhku, sekitar kira-kira belum semenit, dia mulai menekan-nekan-kan lagi kemaluannya ke kemaluan ku kebetulan kemaluanku masih keras, dia mulai mendesah lagi. Seeeeppp….. seeeppp….. seperti orang kepedasan.
Yan, nanti dilihat simBok, kekamar aja yuukkk….ajak ku. Ah tak mas, simBok sudah tidur, lagian ini bayi kalau bangun gimana….? Jawab si Yanti.
Ya…sudah buka saja celanamu Yan….. perintahku.
Jangan mas….gini aja ya….sementara di selipkan kemaluanku kesela CDnya, dan si Yanti masih berposisi di atas ku.
Ketika kemaluanku mulai menyusup disela CD dan kemaluannya, tersa lendir hangat dan licin diujung kemaluanku, dia mulai menggoyangkan pinggulnya dan gesekan belahan kemaluan yg hangat dan licin mulai merangsang kemaluan ku, aqu merasakan betapa enaknya kemaluan si Yanti, tapi disisi kemaluanku terasa agak sakit kena sisi CD nya si Murni, aduh Yan, CDmu sakit nih….
Kemudian dia melepas celana kulotnya dan agak menarik CDnya ke bawah, sedangkan aqu mulai melepas celana pendek dan CDku maka kemaluanku mulai nyaman banget, apalagi dia mengambil posisi seperti kodok yg mau loncat, dia mulai lagi menggoyangkan pinggulnya perlahan kekiri kekanan..tangan ku mencengkram buah pantatnya dan sesekali kutekan sehingga kemaluanku terasa berada dimuka gawang, kudorong-dorongkan pinggulku naik turun sementara si Yanti mengoyang kiri-kanan, variasi goyangan semacam ini telah menciptakan rasa geli yg berbeda dgn rasa kalau bersetubuh biasa, kemaluan ku semakin keras, kemaluan si Yanti terasa semakin basah kuyup, namun basah kuyup yg membuat rasa geli dikemaluanku semakin nikmat,
Yanti terus bergerak sementara ke dua susunya semakin terasa menggiling dadaqu, kenyalnya hangatnya terasa sekali karena T-shirt ku aqu angkat ke leher dan blusnya si Yanti pun sudah terangkat sehingga kedua susunya terasa nempel langsung dikulit dadaqu, dan tangan si Yanti yg sedang menahan tubuhnya dilantai kemudian berubah memeluk tubuhku, sehingga susunya semakin menekan di dadaqu, gerakan pinggulnya semakin lembut seolah memposisikan titik-titik tertentu dari kemaluannya di kemaluanku, kelihatannya si Yanti berusaha agar kelentitnya tergesek oleh ujung kemaluanku. Dia begitu aktif mencari titik-titik kenikmatan dikemaluannya. Kemudian aqu mulai menekan nekan ujung kemaluanku ketika terasa jika sudah berada ambang lubang nikmat, aqu tak tahan lagi, ingin sekali aqu menancapkan kemaluanku ke kemaluannya. Yan…kamu dibawah Yan…. Pinta ku.
Jangan dulu mas, biar lama nikmatnya, soalnya kalau mas di atas pasti mas cepet keluar. Jawabnya dgn kata terputus-putus karena napas si Yanti seperti orang yg sedang aerobic.
Ya…tapi masukan dong Yan. Aqu sudah gak sabar nih….
Iya…iya…tapi pelan-pelan ya mas….biar terasa nikmat. jawab si Yanti.
Kemudian si Yanti menghentikan gerakan pinggulnya. Dan memposisikan ujung kemaluanku tepat dilubang kemaluan yg licin dan hangat. Dia mulai menekan pinggulnya ke bawah, dan kemaluanku pun perlahan mulai menyusup, perlahan banget si Yanti menarik lagi pinggulnya keatas, aqu merasakan gesekan lubang kemaluan yg halus, licin dan lembut, dia menekan lagi, dan kira-kira sekitar 5 cm kemaluanku masuk, dia tarik lagi pinggunya keatas, aqu mulai penasaran karena cara seperti ini menimbulkan kenikmatan yg khas banget, gregel-gregel dinding kemaluan si Yanti begitu terasa menggelitik karena gerakan perlahan seolah-olah kemaluanku meraba-raba tiap mili dinding lubang kemaluan si Yanti, aqupun semakin menikmatinya.
Kemudian desahan demi desahan terus keluar dari mulut si Yanti, dan……ah…aaaahhh….. pelan-pelan si Yanti menekan pinggulnya hingga kemaluanku masuk seluruhnya, kemudian dia tarik lagi pelan-pelan…ditekan lagi…..blessss…lagi kemaluanku masuk, begitu terus berulang-ulang hingga sekitar 15 menit, ah… begitu lembutnya permainan si Yanti, sesekali terasa olehku denyutan-denyutan halus didalam kemaluan si Yanti yg terasa seolah menjepit-jepit ujung kemaluan ku. Kemudian si Yanti memasukan lagi kemaluanku dgn menekan pinggulnya, dia tak lagi menarik pinggulnya keatas, tapi dia tekan terus agak lama sehingga begitu dalamnya kemaluanku tertanam didalam kemaluan hangat si Yanti, kemudian denyutan-denyutan kemaluannya…aw..terasa begitu nikmat, cenut-cenut….kemudian ada denyutan panjang yg rasanya begitu menjepit ujung kemaluan ku. Ah..mungkin ini yg disebut empot-empot madura dalam pikirku.
Gaya ML seperti ini terus belangsung hingga kurang lebih ¼ jam, aqu benar-benar merasakan nikmat yg baru kali ini kurasakan dibanding dgn kenikmatan saat ML dgn pacarku.
Diujung lubang kemaluanku mulai terasa geli sekali seperti hendak keluar sperma, sementara si Yanti terus mengayuh pinggulnya perlahan dan tangan kirinya menarik susunya kearah mulut ku, lalu kuisap-isap pelan hingga isapan kuat, si Yanti mulai tak dapat mengkontrol gerakannya, dia menggoyang semakin cepat…cepat lagi dan akhirnya jeritan kenikmatan si Yanti muncul lagi, dia mencapai orgasme lagi karena terasa oleh kemaluanku jepitan-jepitan kemaluan dan denyutan-denyutannya yg tak beraturan. Dia mendesah dan menggigit dadaqu, dia orgasme panjang. Dan saat kemaluanku dijepit-jepit oleh kemaluan orgasmenya si Yanti, aqupun gak tahan, geli sekali dikemaluan ku, sekujur tubuhku terasa geli linu, merinding dan ah…rasanya nikmat sekali, aqu berusaha terus menggerakan pinggulku keatas dan kebawah agar kemaluanku tetap menggesek kemaluan si Yanti yg sedang orgasme dan berdenyut-denyut itu.
Yanti pun sadar kalau aqu mau keluar maka dia langsung mengisap punting susuku dan memainkan ujung lidahnya di punting susuku maka kemaluanku semakin terasa geli sekali dan terasa gatal yg teramat sangat diujungnya seolah ingin digaruk terus oleh bagian terdalam kemaluan si Yanti, dia semakin aktif mengisap dan memainkan lidahnya di punting susuku dan aqu terus menaik turunkan pinggulku akhirnya aqu pun crot-crot-crot spermaqu muncrat didalam kemaluan si Yanti, tanpa sadar si Yanti mengaduh keenakan
Baca Juga » Cerita Sex ML Dengan Wali Kelas Anak Ku
aduuuuhh…mas…hangat sekali……rintih si Yanti, dan aqu merasakn enaknya ketika pertama crot…kemaluan si Yanti menjepit, crot kedua kemaluan si Yanti berdenyut, dan ketika aqu menekan kemaluan hingga maksimal maka disitulah kenikmatan puncaknya dan tak sadar aqu menarik pinggul si Yanti agar kemaluanku menancap semakin dalam dan crot yg terakhir membuat tubuhku bergetar-getar sepeti kejang-kejang, dan si Yanti yg sedang orgasme aqu teMbak dgn semprotan spermaqu, maka disinilah impian kenikmatan yg didalmbakan semua wanita, hingga selesai proses semprotan spermaqu, kemaluan si Yanti masih terus berdenyut-denyut dan terdengar suara si Yanti seperti orang menagis, dia benar-benar merasakan orgasme yg luar biasa, begitu juga aqu.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar